Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
SELAMAT DATANG DI ALIANDO NEWS DAN SELAMAT BERGABUNG

POLDA SULAWESI SELATAN TERUS USUT KASUS RICKY TANDIAWAN

Written By ALIANSI PERTANAHAN ( www.aliansiindonesia.com) on Sabtu, 21 Desember 2013 | 00.18



Polda Sulawesi Selatan Terus Usut Kasus Ricky Tandiawan terkait pembelian Tanah illegal

MAKASSAR, UPEKS--Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel terus melakukan penyelidikan dan mengusut kasus dugaan pembelian tanah bukan ahli waris atau di bawah tangan Petta Somba ahli waris dari Andi Cincing Karaeng Lengkese. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, kasus Ricky Tandiawan, oleh penyidik Polda Sulsel terus mengusut kasus tersebut. "Kasus dugaan pembelian tanah bukan ahli waris yang terlapor Ricky Tandiawan penyidik Direskrimmum Polda terus melakukan pengusutan," jelas mantan Wakapolrestabes Makassar ini, kemarin. Diketahui, Ricky Tandiawan yang juga Pemilik PT Kumala Cemerlang Estate (KCE) dilaporkan ke Polda Sulsel terkait dugaan pembelian tanah bukan ahli waris atau dibawah tangan Petta Somba ahli waris dari Andi Cincing Karaeng Lengkese.
Ricky Tandiawan dilaporkan karena telah melakukan pembelian tanah dari tiga orang yang bukan ahli waris langsung pemilik tanah tersebut. "Ricky terlibat dalam kasus ini sebagai penadah, dia dikenakan ancaman pidana pasal pasal 480 KUHP jo pasal 55," kata Andi Cincing melalui penasehat hukumnya Seliarto Tally. Selain Ricky, ahli waris juga melaporkan dua orang notaris masing-masing Taufik Arifin SH dan Sri Hardini Wijaya lantaran turut serta dalam kasus ini. Dimana keduanya telah melakukan penerbitan akta jual beli yang diduga tidak sesuai dengan aturan yang sebenarnya alias tidak sah. Akta jual beli diterbitkan atas dasar surat kuasa peralihan hak yang diajukan oleh keponakan ahli waris tanpa sepengetahuan ahli waris yang sebenarnya yaitu Petta Somba. Notaris seharusnya melakukan sesuatu yang tidak melanggar aturan dimana dalam hal penerbitan surat Akta Jual beli, Notaris tidak serta merta menerbitkan surat tersebut jika masing-masing pihak ada yang tidak hadir langsung menyaksikan dihadapan notaris.
Selain Ricky dan kedua notaris tersebut, Mantan Kepala BPN Kota Makassar Natsir Hamzah juga turut terlapor dalam kasus ini. Natsir kata seliarto berperan menerbitkan sertifikat atas tanah yang seluas 4 Ha yang berlokasi di Jalan Sultan alauddin itu tanpa mengindahkan surat edaran dari ahli waris untuk tidak menerbitkan sertifikat hak milik. Surat edaran pemberitahuan tidak menerbitkan sertifikat telah diedarkan sebelum putusan atas tanah itu inkra atau telah berkekuatan tetap pada tahun 2007 dimana dalam putusan PK dari Mahkamah Agung (MA) juga akhirnya memenangkan ahli waris yaitu Petta Somba dan telah dilakukan eksekusi pada Tanggal 18 september 2008. Di belakang diketahui, tanah tersebut dijual oleh keponakan ahli waris masing-masing Andi Sirajuddin, Andi Mahmud Daeng Serang, Andi Baso Daeng Bundu ke pemilik PT Kumala Cemerlang Estate, Ricky Tandiawan. Namun Aliansi Indonesia Terus mengawal, menyikapi dan mengawasi semua kebijakan Pemerintah Daerah khusus di pertanahan kerna tingkat korupsi dipertanahan semangkin kronis sehingga terjadi berbagai dinasti mafia pertanahan by yusweri aliansi Indonesia www.aliansiindonesia.com

0 komentar:

Posting Komentar