Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
SELAMAT DATANG DI ALIANDO NEWS DAN SELAMAT BERGABUNG

Keganasan pihak kepolisian terhadap masyarakat makassar

Written By ALIANSI PERTANAHAN ( www.aliansiindonesia.com) on Kamis, 19 Desember 2013 | 23.36



 
Eksekusi lahan di Jalan dr. Sam Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir bentrok, Senin, 21 Oktober 2013.

Eksekusi lahan di Jalan dr. Sam Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir bentrok, Senin, 21 Oktober 2013. Ratusan warga yang terdiri dari 23 kepala keluarga melawan eksekusi Pengadilan Negeri Makassar, yang diback up personil Shabara Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulselbar.
Bentrok berawal saat tim eksekutor dari PN Makassar bersama polisi mendatangi lokasi lahan sengketa, di Jalan Sam Ratulangi No 82 Lorong 5, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso. Saat itu, warga memblokade lokasi tersebut dengan kawat berduri. Blokade kawat berduri itu kemudian dipasangi sejumlah atribut berupa spanduk  bertuliskan penolakan eksekusi.
 
Rupanya, penolakan itu tidak digubris eksekutor. Bentrok warga dengan polisi pun tak terhindarkan. Warga melempari polisi dengan batu, anak panah, serta bom molotov. Sebaliknya, polisi membalas ke arah warga dengan tembakan gas airmata.

Dalam bentrok tersebut, seorang polisi sempat terluka di bagian kepala karena terkena lemparan batu. 
Personel polisi juga sempat kocar-kacir, sebab nyaris terbakar setelah terkena lemparan bom molotov. Sebaliknya, polisi berhasil menangkap salah seorang warga yang menolak proses eksekusi tersebut.
Sengketa lahan seluas 4 ribu meter per segi tersebut sudah berlangsung puluhan tahun. Sengketa melibatkan warga yang tinggal di atas lahan dengan Hj. Hamidah. Hal itu kemudian dikuatkan dengan putusan PN Makassar yang memutuskan Hj. Hamidah sebagai pemilik lahan tersebut.
Sementara, salah seorang warga, Didi mengaku, akan tetap berupaya segala cara untuk mempertahankan lokasi tersebut. “Eksekusi itu tidak memiliki dasar hukum jelas, sebab diduga terjadi persekongkolan antara pihak pengadilan dengan Hj. Hamidah dalam putusan pengadilan,” kata Didi kepada wartawan.
Sementara itu, tiga jam kemudian, bentrok warga dengan polisi akhirnya berakhir. Pertahanan warga berhasil dijebol, sehingga sebuah eskavator berhasil mengeksekusi lahan tersebut dengan mulus. Warga yang sebelumnya bertahan, mundur dan hanya bisa menyaksikan proses eksekusi.

Untuk mengantisipasi bentrok susulan, puluhan personil polisi bersenjata lengkap mengawal proses eksekusi tersebut.
Eksekusi tanah tersebut di atas tanah eigendom verponding 1997 atas nama ahli waris Alyusu Aldin Zijlman by yusweri aliansi Indonesia www.aliansiindonesia.com

0 komentar:

Posting Komentar